bibit kayu gaharu

Bibit Kayu Gaharu dan Cara Pemilihannya

Diposting pada

Bibit Kayu Gaharu dan Cara Pemilihannya

Bibit kayu gaharu dapat menghasilkan pohon gaharu yang berkualitas dengan catatan cara penanaman yang benar. Kayu dari pohon gaharu ini memang bernilai ekonomis tinggi karena harga jual yang tinggi namun jumlah terbatas. Pangsa pasar kayu gaharu ini tak hanya di Indonesia karena banyak dari Negara-negara lain menjadi importir kayu gaharu.

Gaharu merupakan kayu dengan bentuk dan warna yang khas biasanya berwarna kehitaman dan mengandung resin beraroma harum. Manfaat kayu gaharu sangat banyak khususnya untuk bahan wangi-wangian. Aroma ini terjadi akibat infeksi jamur yang terjadi secara alami maupun buatan pada batang pohon aguilaria sp.

bibit kayu gaharu

Cara memilih bibit kayu gaharu kualitas super

Penanaman pohon gaharu bisa dilakukan dengan cara budidaya bibit kayu gaharu dan hasil tumbuh pohon bergantung juga pada pemilihan benih yang berkualitas. Cara melihat bibit yang siap tanam pada lahan khusus secara monokultur akan berbeda dengan bibit siap tanam yang ingin dibudidayakan dengan cara tumpangsari atau penanaman gaharu bersama dengan tanaman lainnya.

Misalnya, jika Anda ingin menanam pohon gaharu dengan cara tumpangsari di lahan/ kebun kelapa, karet, sawit, jabon dan pohon besar lainnya maka sebaiknya memilih bibit siap tanam yang punya ketinggian 30 cm saja. Ingat untuk memilih bibit yang segar, sehat dan dengan akar baik.

Sementara itu, jika ingin membudidayakan pohon gaharu dalam teknik penanaman monokultur atau semi monokultur, misalnya menanam dengan tanaman pepaya, singkong, bayam, cabe dan pohon lainnya yang relatif tidak terlalu besar maka dapat memilih bibit gaharu dengan ukuran hingga 70 cm. Bisa juga dipilih bibit yang telah mencapai usia 8 bulan dan sudah dijemur minimal 1 bulan supaya pohon tahan terhadap cahaya matahari.

Selain itu, secara umum pemilihan bibit gaharu juga bisa dilihat dengan kriteria sebagai berikut:

  1. Sebaiknya memilih bibit gaharu dengan kualitas super berjenis malacensis.
  2. Periksa bibit tersebut untuk memastikan bahwa bibit gaharu bebas dari hama seperti kutu putih.
  3. Bibit gaharu harus sehat dan tidak cacat/ rusak.

Sebagai catatan penting ketika ingin memindahkan bibit kayu gaharu berkualitas yang disemai sebelumnya dalam wadah polybag, jangan sekali-kali langsung dicabut begitu saja karena biasanya bibit yang sudah tumbuh lumayan besar akarnya sudah tumbuh hingga keluar dari polybag.

Lalu bagaimana cara mengatasinya? Caranya adalah dengan memotong akar yang sudah keluar dari polybag tersebut dengan pisau tajam. Ketika menanam padatkan terlebih dahulu tanah yang ada di dalam polybag supaya tidak pecah terutama di bagian akarnya. Setelah itu buka perlahan dan tanamlah.

Bibit pohon gaharu inokulasi

Penting bagi Anda untuk mengatahui tentang bibit kayu gaharu inokulasi. Kayu gaharu sendiri menghasilkan gubal. Gubal sendiri adalah Gubal adalah bagian dalam pada batang pohon yang berfungsi untuk mengalirkan air dari akar dan gubal kayu ini biasanya dikelilingi oleh teras kayu sebagai pembatas. Bagian gubal inilah yang dapat menghasilkan bau harum saat terkena infeksi dari jarum Fusarium sp.

bibit kayu gaharu

Secara alami, pohon gaharu dapat terkena jamur ini dari faktor eksternal, misalnya ketika ada dahan pohon gaharu yang patah. Namun ada juga yang buatan alias inokulasi yaitu dengan menyuntikkan jamur tersebut. Misalnya saja ketika pohon sudah mencapai umur 5 tahun, maka pohon perlu diinokulasi agar menghasilkan karas atau gubal gaharu yang wangi ini. Memang proses melakukan inokulasi pada bibit kayu gaharu ini terbilang cukup rumit. Demikian informasi yang menarik untuk Anda ketahui dan semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *